Selasa, 22 Maret 2022

#6 Tulisan RPK: Self-Healing dengan Menulis

Pertanyaannya, emang bisa? Mustahil gak sih? Kalau self-healing itu biasanya kan liburan, santai-santai, menjauh sementara dari realita. Memang betul self-healing itu waktunya diri kita untuk istirahat sejenak dari hiruk pikuk dunia yang lagi kita jalanin, tapi ingat harus bedaiin mana yang benar self-healing atau sekedar refreshing. Jangan sampai ketika punya tanggung jawab dan kerjaan malah gak ada kabar, karena alasannya healing, itu mah meng-hilang

Okay, dimulai dari pertanyaan mendasar dulu. Apa sih sebenarnya self-healing itu? Kalau dilansir dari artikel beautynesia.id self-healing sebetulnya merujuk pada suatu kondisi ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan dalam dirinya dan berusaha untuk menghadapinya. 

Nah, dari sini sudah paham kan ya, apa itu sebenarnya self-healing itu. Sederhananya self-healing itu penyembuhan diri yang dilakukan untuk kesehatan mental seseorang, yang dimana tujuannya untuk mengeluarkan emosi-emosi negatif dari dalam diri yang sudah dipendam sejak lama. Sebenarnya banyak metode self-healing yang bisa dilakukan, ada yang namanya metode forgiveness, gratitude, self-compassion, mindfulness, positive talk, expressive writing, relaksasi, manajemen diri dan imagery. 

Dari sekian banyaknya metode yang ada ternyata menulis bisa jadi metode untuk self-healing lho.. Balik ke pertanyaan awal tadi, emang bisa self-healing dengan menulis? Jawabannya, bisa banget. Gimana caranya? Sebelumnya, kita lihat dulu apa maksud dari expressive writing itu sendiri. Menurut Darnati, Sugiato, & Sunarko (2018) expressive writing merupakan intervensi berbentuk psikoterapi kognitif dengan tujuan untuk melatih kemampuan berpikir yang bisa mengatasi masalah depresi, cemas dan stress karena membantu merefleksikan pemikiran dan perasan terhadap peristiwa yang menyenangkan. Maka dari itu, metode ini banyak digunakan orang-orang untuk menurunkan tingkat kecemasan, stress maupun depresi. 

Lalu, bagaimana caranya? Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan metode expressive writing ini. Berikut ada 3 cara mudah yang bisa kamu lakukan:

1.    Perhatikan tiga aspek penting jika tujuan menulis untuk self-healing: Pertama, aspek yang ingin kamu lepaskan. Kedua, aspek yang sering mengganggu pikiran kamu. Ketiga, aspek harapan yang ingin kamu capai saat ini atau di masa depan. Intinya, lihat ketiga aspek ini setelahnya jujur pada diri sendiri saat menulis. Luapkan apapun yang ada dipikiran kamu, yang membuat kamu gelisah, ekspresikan saja segala bentuk emosi kamu kedalam tulisan tersebut. 

2. Dengan cara journaling. Mudah kok, kamu hanya butuh satu buku khusus (di media digital juga bisa) jadi dalam buku/media tersebut kamu bisa tulis apapun yang kamu rasakan dan pikirkan. Bentuknya bebas, bisa puisi, sajak, ataupun cerita keseharian kamu. Tujuan dari journaling sendiri, kamu bisa untuk tracking masalah-masalah yang lagi kamu hadapin, untuk jadi pembelajaran di hari berikutnya. Ditambah, dalam journaling kamu bisa tulis bagaimana solusi-solusi yang hadir untuk penyelesaian masalah kamu. Bisa dibilang juga sebagai reminder kamu ketika kamu merasa ada atau masih terjebak di problem yang sama. 

3. Make it easy. Menulis bisa di mana saja, kapan saja dan apa saja. Jangan mempersulit diri kamu dengan berusaha membuat tulisan yang perfect. Ingat, gak akan ada yang bisa judge tulisan kamu kecuali diri kamu sendiri dalam konteks menulis untuk self-healing ini. Tujuan menulis di sini kan, agar pikiran kamu yang tadinya penuh dan mumet bisa lebih tenang dan terarah.

Itu dia beberapa cara menulis untuk self-healing, percaya deh banyak banget manfaat yang bisa kamu dapat dari menulis untuk self-healing. Dengan menulis saja kamu bisa memperkuat kekebalan tubuh kamu, lalu bikin daya ingat semakin bagus, mengasah kemampuan komunikasi, mengasah memori bahkan bisa meningkatkan kualitas tidur. Untuk penjelasan detail manfaat menulis bagi kesehatan kapan-kapan lagi yaa, hehehe.. 

Pokoknya, untuk yang butuh self-healing bisa dilakukan dengan cara termudah yaitu menulis, tanpa harus ngeluarin budget. Apalagi dengan banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari menulis. 

Jaga terus kesehatan fisik maupun psikis kamu yaa, jika memang butuh untuk cerita ke orang lain, beranikan untuk bercerita jikalau memang diperlukan bantuan profesional untuk mengatasi masalah kamu, segera ya untuk berkonsultasi. Ingat, kesehatan mental itu sangat penting untuk dijaga. 


“It doesn’t matter if you spelled a word wrong — that’s not the point. Just focus on the meaning of the words and what you are trying to express”, - Schaffer -

“You can’t control everything. Sometimes you just need to relax and have faith that things will work out. Let go a little and just let life happen.” — Kody Keplinger


By: Nabiilah

Referensi:

Rahmasari, Diana. 2020. Self Healing Is Knowing Your Own Self. Surabaya: UNESA University Press 

https://www.beautynesia.id/life/sering-disalahartikan-ini-makna-healing-dan-refreshing-serta-perbedaannya-yang-wajib-kamu-ketahui/b-250637

https://psikologi.ump.ac.id/2022/02/18/pentingnya-self-healing-di-masa-pandemi/

https://ruangmenulis.id/penyembuhan-diri-melalui-tulisan/

https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentID=4552&ContentTypeID=1#:~:text=Journaling%20helps%20control%20your%20symptoms,and%20identifying%20negative%20thoughts%20and

https://hellosehat.com/mental/stres/manfaat-menulis-untuk-kesehatan/

1 komentar:

  1. Fokus dengan apa yang kamu upayakan saat ini, agar kebahagiaan dari-Nya lebih mudah kamu dapatkan❤️

    BalasHapus